1. Pengertian Normalisasi

1. Pengertian Normalisasi
Normalisasi merupakan teknik analisis data yang mengorganisasikan atribut-atribut data dengan cara mengelompokkan sehingga terbentuk entitas yang non-redundant, stabil, dan fleksible. Normalisasi dilakukan sebagai uji coba pada suatu relasi secara berkelanjutan untuk menentukan apakah relasi itu sudah baik, yaitu dapat dilakukan proses insert,update,delete, dan modifikasi pada satu atau beberapa atribut tanpa mempengaruhi integritas data dalam relasi tersebut.
Normalisasi adalah proses mengubah relasi menjadi bentuk normal atau proses untuk mengidentifikasi dan mengeliminasi anomali. Proses ini dilakukan dengan memecah relasi menjadi dua atau lebih relasi yang lebih kecil dengan jumlah atribut yang lebih kecil. Normalisasi memberikan panduan yang sangat membantu bagi pengembang untuk mencegah penciptaan struktur tabel yang kurang fleksibel atau mengurangi keflekxibelan.
Normalisasi adalah proses pembentukan struktur basis data sehingga sebagian besar ambiguity bisa dihilangkan atau suatu teknik untuk mengorganisasi data ke tabel-tabel untuk memenuhi kebutuhan pemakai di dalam suatu organisasi. Proses pengelompokan elemen data menjadi tabel yang menunjukkan entity sekaligus relasinya.
(Sumber: Anggit Dwi Hartanto. Normalisasi. STMIK AMIKOM Yogyarkarta)
a) Menurut E.F. Codd:
– Normalisasi dipakai untuk membuat struktur tabel (relasi) dalam basis data mengurangi kemubaziran data.
– Kadang dipakai sebagai perangkat verifikasi terhadap tabel-tabel yang dihasilkan metodologi lain.
– Memberikan panduan yang sangat membantu bagi pengembang untuk mencegah penciptaan struktur tabel yang kurang atau mengurangi ketidak-efisienan.

b) Menurut Kroenke:
Sebagai proses untuk mengubah suatu relasi yang memiliki masalah tertentu ke dalam dua buah relasi atau lebih yang tidak memiliki masalah tersebut anomali: Proses pada basis data yang memberikan efek samping yang tidak diharapkan.
(Sumber: Taufiqurrahman. 2010. Teknik Normalisasi Dalam Basis Data Relasional. Universitas Sriwijaya)
c) Menurut Jogiyanto (2005:403)
“Normalisasi adalah proses untuk mengorganisasikan file untuk menghilangkan grup elemen yang berulang-ulang”.
d) Menurut Sutabri (2005:181)
“Normalisasi adalah suatu teknik yang menstrukturkan data dalam cara tertentu untuk membantu mengurangi atau mencegah timbulnya masalah yang berhubungan dengan pengolahan data dalam database”.
Normalisasi adalah suatu proses yang digunakan untuk menentukan pengelompokan atribut-atribut dalam sebuah relasi sehingga diperoleh relasi yang berstruktur baik. Dalam hal ini yang dimaksud dengan relasi yang berstruktur baik adalah relasi yang memenuhi dua kondisi berikut : (a) mengandung redudansi sesedikit mungkin, (b) memungkinkan baris-baris dalam relasi disisipkan, dimodifikasi, dan dihapus tanpa menimbulkan kesalahan atau ketidakkonsistenan menurut Kadir (2009:116).
Proses normalisasi adalah proses perubahan skema relasi ke dalam bentuk normal tertentu. Sebuah model data ternormalisasi penuh adalah model data yang optimal, memenuhi aspek correctness, consistency, siplicity, dan stability.
Secara garis besar, dapat disimpulkan normalisasi adalah sebuah proses yang digunakan untuk membentuk struktur basis data agar terhindar dari ambiguitas sehingga lebih efisien.
Manfaat dan Tujuan Normalisasi:
• Meminimalkan jumlah penggunaan storage space
• Meminimalkan inkonsistensi data dalam suatu basis data
• Menghilangkan anomali yang berkaitan dengan modifikasi data: operasi insert,update,delete.
• Memaksimalkan stabilitas dari struktur data sehingga mengurangi kebutuhan modifikasi skema dimasa datang
• Untuk menghilangkan kerangkapan data (redundansi)
• Untuk mengurangi kompleksitas
• Untuk mempermudah pemodifikasian data.
2. Anomali
Anomali atau seringkali disebut juga dengan update anomaly adalah proses pada basis data yang memberikan efek samping yang tidak diharapkan ( misalnya menyebabkan ketidakonsistenan data atau membuat suatu data menjadi hilang ketika data dihapus), yang terjadi jika relasi tidak pada bentuk normal tertentu.

Macam-macam Anomali terdiri dari:
• Anomali peremajaan
• Anomali Penghapusan
• Anomali penyisipan

A. Anomali peremajaan/edit/update
Anomali ini terjadi bila ada perubahan pada sejumlah data yang mubazir, tetapi tidak seluruhnya diubah. Contoh : Tabel Pesanan
Pemasok Kota Barang Jumlah
Kartika Jakarta Mouse 5
Citra Bandung Monitor 2
Yudi Medan CPU 2
Citra Bandung Printer 1

Seandainya pemasok Citra dengan kota Bandung pindah ke Bogor maka pengubahan data hanya dilakukan pada data pertama, maka hasilnya sebagai berikut : Tabel Pesanan
Pemasok Kota Barang Jumlah
Kartika Jakarta Mouse 5
Citra Bogor Monitor 2
Yudi Medan CPU 2
Citra Bandung Printer 1
Terlihat ada ketidak konsistenan. Fakta pertama menyatakan bahwa pemasok citra berlokasi di Bogor, tetapi fakta kedua menyatakan di Bandung.
B. Anomali Penyisipan/insert
Anomali penyisipan jika pada saat penambahan hendak dilakukan ternyata ada elemen data yang masih kosong dan elemen tersebut justru menjadi kunci.

A.   Anomali Penghapusan/Delete

Anomali penghapusan terjadi sekiranya sesuatu baris (tuple) yang tidak terpakai dihapus dan akibatnya terdapat data lain yang akan hilang.

 

Macam-macam Anomali terdiri dari:

  • Anomali peremajaan
  • Anomali Penghapusan
  • Anomali penyisipan

3. Dependensi (Ketergantungan)
Dependensi merupakan konsep yang mendasari normalisasi. Dependensi menjelaskan hubungan antar atribut atau secara lebih khusus menjelaskan nilai suatu atribut yang menentukan nilai atribut lainnya.
Ada 4 macam dependensi:
A. Dependensi Fungsional
B. Dependensi Fungsional Sepenuhnya
C. Dependensi Total
D. Dependensi Transitif

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s